Aku tak ingin mengakui, lebih mudah menutupi,
Menyembunyikan kekosongan dan sakit hati,
Menangis, bukan tersenyum lagi.
Tak ingin kuhadapi kenyataan ini,
Hidupku yang penuh kepedihan hati.
Ingin kupulihkan luka hatiku,
Untuk kembali tersenyum lagi.
Aku merasa dilupakan, dikhianati dan sendirian,
Tanpa sedikit pun pengampunan,
Tanpa seorang pun sebagai teman.
Aku tak ingin mengakui,
Sayap-sayapku tak bisa terentang lagi,
Kebahagiaanku telah mencair,
Menjadi air mata dan entah apa lagi.
Sukar bagiku menutupi kenyataan ini,
Harapan-harapanku tak lagi berarti,
Berubah menjadi kekecewaan di hati,
Maka kutundukkan kepala dan menangis sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Broken Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Broken Heart. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Desember 2009
Antara Tak Mungkin Memiliki dan Tak Mungkin Melepas
Dibatas penatku, aku ingin kau ada di sini
Bersama melewati malam
Melukiskan rindu dalam sebuah sentuhan
Mewujudkan cinta dalam sebuah ciuman
Hingga tidak lagi tersisa keraguan
Yang ada hanya desahan nafas dan cucuran peluh
Sebagai bukti dari bertumpuknya rindu dalam bentangan waktu
Dibatas malamku, aku masih di sini
Menunggu dalam kesendirian
Menggantungkan harapan pada sebuah kemustahilan
Menatap impian pada sebuah keajaiban
Dapatkah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin?
Sesuatu yang membuatku terpuruk dalam kebimbangan
Antara tak mungkin memiliki dan tak mungkin melepas
Bersama melewati malam
Melukiskan rindu dalam sebuah sentuhan
Mewujudkan cinta dalam sebuah ciuman
Hingga tidak lagi tersisa keraguan
Yang ada hanya desahan nafas dan cucuran peluh
Sebagai bukti dari bertumpuknya rindu dalam bentangan waktu
Dibatas malamku, aku masih di sini
Menunggu dalam kesendirian
Menggantungkan harapan pada sebuah kemustahilan
Menatap impian pada sebuah keajaiban
Dapatkah sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin?
Sesuatu yang membuatku terpuruk dalam kebimbangan
Antara tak mungkin memiliki dan tak mungkin melepas
Label:
Broken Heart
Rabu, 02 Desember 2009
Betapa Berat Hidup Tanpamu
Betapa berat mengatakan 'Aku Cinta Padamu' tanpa meneteskan air mata.
Betapa berat menerima, tak ada lagi dirimu untuk membantuku menghadapi rasa takut ini.
Betapa berat menyadari, suaramu tak kan lagi kudengar di telepon.
Betapa berat mengetahui, perpisahan kali ini bukan karena pilihanku.
Betapa berat melihatmu tertawa, sementara aku menangis dalam hati.
Betapa berat menyadari adanya perasaan-perasaan ini, yang sekarang mesti ditutup-tutupi.
Betapa berat hidup tanpamu, saat aku sangat membutuhkan dirimu.
Ingin menjeritkan cinta padamu, namun mesti menahan diri.
Betapa berat tidur-tidur malamku, karena tak dapat memimpikan dirimu.
Betapa berat bertanya-tanya, apa kesalahanku.
Betapa berat hidup tanpamu. Kalau saja kutahu.
Tak kan ku jatuh cinta lagi, lebih baik aku sendiri.
Betapa berat menerima, tak ada lagi dirimu untuk membantuku menghadapi rasa takut ini.
Betapa berat menyadari, suaramu tak kan lagi kudengar di telepon.
Betapa berat mengetahui, perpisahan kali ini bukan karena pilihanku.
Betapa berat melihatmu tertawa, sementara aku menangis dalam hati.
Betapa berat menyadari adanya perasaan-perasaan ini, yang sekarang mesti ditutup-tutupi.
Betapa berat hidup tanpamu, saat aku sangat membutuhkan dirimu.
Ingin menjeritkan cinta padamu, namun mesti menahan diri.
Betapa berat tidur-tidur malamku, karena tak dapat memimpikan dirimu.
Betapa berat bertanya-tanya, apa kesalahanku.
Betapa berat hidup tanpamu. Kalau saja kutahu.
Tak kan ku jatuh cinta lagi, lebih baik aku sendiri.
Label:
Broken Heart

